article

Tumbuhan paku-pakuan (atau disingkat tumbuhan paku), Pteridophyta, merupakan satu divisio tumbuhan yang telah memiliki sistem pembuluh sejati (kormus) tetapi tidak menghasilkan biji untuk reproduksinya. Alih-alih biji, kelompok tumbuhan ini masih menggunakan spora sebagai alat perbanyakan generatifnya, sama seperti lumut dan fungi.

Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju abadi dan daerah kering (gurun). Total spesies yang diketahui sekitar 10.000, sebagian besar tumbuh di daerah tropika basah yang lembab. Tumbuhan ini cenderung tidak tahan dengan kondisi air yang terbatas, mungkin mengikuti perilaku moyangnya di zaman Karbon, yang juga dikenal sebagai masa keemasan tumbuhan paku karena merajai hutan-hutan di bumi. Sisa tumbuhan pada zaman ini ditambang orang sebagai batu bara.

Daur hidup tumbuhan paku mengenal pergiliran keturunan, yang terdiri dari fase gametofit dan sporofit. Tumbuhan paku yang kita kenal merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora.

Falguera | Kapraďorosty | Rhedynen | Bregne | Farne | Fern | Helecho | Filiko | Filicophyta | Pteridophyta | שרכאים | Šertvūnai | Varens | シダ植物門 | Bregner | Paprocie | Pteridophyta | Saniaiset | Ormbunksväxter | பன்னம் | Fetchire | 蕨类植物

 

This article is licensed under the GNU Free Documentation License. It uses material from the "Paku-pakuan".

Home Pageartsbusinesscomputersgameshealthhospitalshomekids & teensnewsphysiciansrecreationreferenceregionalscienceshoppingsocietysportsworld