| Posisi | Presiden Indonesia Ke-6 |
| Mulai Menjabat: | 20 Oktober 2004 |
| Menggantikan: | Megawati Soekarnoputri |
| Digantikan: | Masih Menjabat |
| Tanggal Lahir: | 9 September 1949 |
| Wakil Presiden: | Jusuf Kalla |
| Kota Kelahiran: | Pacitan, Jawa Timur |
| Istri: | Kristiani Herrawati |
| Profesi: | Angkatan Bersenjata |
| Partai Politik : | Partai Demokrat |
Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono yang populer dengan panggilan SBY lahir di Pacitan, Jawa Timur pada 9 September 1949). Melalui amandemen UUD 1945 yang memungkinkan presiden dipilih secara langsung oleh rakyat, ia kemudian terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia pertama pilihan rakyat. Ia menjadi presiden Indonesia keenam setelah dilantik pada 20 Oktober 2004 bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla. Karier militernya terhenti ketika ia diangkat Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada tahun 1999 dan tampil sebagai salah seorang pendiri Partai Demokrat. Pangkat terakhir Susilo Bambang Yudhoyono adalah Jenderal TNI sebelum pensiun pada 25 September 2000.
Keunggulan suaranya dari Presiden sebelumnya, Megawati Soekarnoputri pada pemilu 2004 membuatnya terpilih sebagai kepala negara Indonesia. Dalam kehidupan pribadinya, Ia menikah dengan Kristiani Herawati yang merupakan anak perempuan ketiga Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo (alm), komandan RPKAD (kini Kopassus) yang turut membantu menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965. Dari pernikahan mereka berdua lahir dua anak lelaki, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.
Kariernya berlanjut pada periode 1976-1977 di Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad, Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977), Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978, Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981, Paban Muda Sops SUAD (1981-1982. Periode 1982-1984, ia belajar di Infantry Officer Advanced Course (Fort Benning) Amerika Serikat.
Tahun 1983, ia belajar pada On the job training in 82-nd Airbone Division (Fort Bragg) Amerika Serikat, Jungle Warfare School (Panama, Kursus Senjata Antitank di Belgia dan Jerman pada tahun 1984, Kursus Komando Batalyon (1985) dan meniti karier di Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985), Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988), dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988).
Periode 1998-1989, ia Sekolah Komando Angkatan Darat dan belajar di US Command and General Staff College pada tahun 1991. Periode (1989-1993), ia bekerja sebagai Dosen Seskoad Korspri Pangab, Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994, Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995) serta Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (1995-1996). Pada tahun 1997, ia diangkat sebagai Kepala Angkatan Bersenjata dan Staf Urusan Sosial dan Politik. Ia pensiun dari kemiliteran pada 1 April 2001 oleh karena pengangkatannya sebagai menteri.
Lulusan Command and General Staff College (Fort Leavenwort) Kansas Amerika Serikat dan Master of Art (MA) dari Management Webster University Missouri ini juga meniti karier di Kasdam Jaya (1996), Pangdam II/Sriwijaya sekaligus Ketua Bakorstanasda, Ketua Fraksi ABRI MPR pada Sidang Istimewa MPR tahun 1998, dan Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI) pada periode (1998-1999).
Karier militernya terhenti ketika ia diangkat Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada 26 Oktober 1999 dan Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan. Ia mundur dari jabatan tersebut pada 11 Maret 2004 saat pimpinan pemerintahan dikendalikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri karena dicalonkan oleh Partai Demokrat sebagai calon presiden.
Jenderal TNI (Purnawirawan) Susilo Bambang Yudhoyono yang pernah ditugaskan dalam sebuah operasi di Timor-Timur pada periode 1979-1980 dan 1986-1988 ini meraih gelar doktor (PhD) dalam bidang Ekonomi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 3 Oktober 2004. Pada 15 Desember 2005, ia menerima gelar doktor kehormatan di bidang ilmu politik dari Universitas Thammasat Bangkok (Thailand). Dalam pidato pemberian gelar, ia menegaskan bahwa politik merupakan seni untuk perubahan dan transformasi dalam sebuah negara demokrasi yang damai. Ia tidak yakin sepenuhnya kalau politik itu adalah ilmu.
Saat Presiden Abdurrahman Wahid berada di "ujung tanduk", SBY ditunjuk menjadi Menteri Koordinator bidang Politik, Sosial dan Keamanan. Ketika menjelang akhir masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, SBY menolak melaksanakan rencana dekrit Presiden.
Dalam Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat pada akhir Juli 2001, Susilo Bambang Yudhoyono menjadi kandidat Wakil Presiden. Walaupun tidak terpilih, nama Susilo Bambang Yudhoyono tetap bersinar. Di kabinet Megawati-Hamzah, SBY kembali ditunjuk sebagai Menkopolkam. Suatu jabatan menteri yang strategis. Selama mengemban tugas sebagai menteri ini, SBY mengalami banyak kasus yang harus diselesaikan, terutama mengenai kasus Aceh, Poso, dan Maluku. SBY berperan besar dalam menentukan pemberlakuan darurat militer di Aceh dan Maluku. SBY juga berperan besar dalam perjanjian Malino untuk menyelesaikan pertikaian di Poso.
Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) sebagai prioritas penting dalam kepemimpinannya selain kasus terorisme global. Penanggulangan bahaya narkoba, perjudian, dan perdagangan manusia juga sebagai beban berat yang membutuhkan kerja keras bersama pimpinan dan rakyat. Gelombang tsunami di Aceh dan Sumatera Utara yang terjadi pada 26 Desember 2004 menimbulkan korban tidak kurang 10.000 orang dan rasa empati dari berbagai belahan di dunia. Gempa bumi berkekuatan 5,9 skala richter di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta DIY dan Jawa Tengah pada 26 Mei 2006 mencapai sedikitnya 5.000 korban.
Tanggal 28 Juni 2005, Presiden SBY mengirimkan SMS kepada masyarakat dengan nama pengirim Presiden RI yang berisi tentang pencegahan narkoba. Kebenaran SMS ini sudah dikonfirmasikan dan juru bicara Presiden menyatakan berbagai SMS akan menyusul.
Kelahiran 1949 | Presiden Indonesia | Politikus Indonesia | Menteri Indonesia
سوسيلو بانبانغ يودهونو | Susilo Bambang Yudhoyono | Susilo Bambang Yudhoyono | Susilo Bambang Yudhoyono | Susilo Bambang Yudhoyono | Susilo Bambang Yudhoyono | Susilo Yudhoyono | Susilo Bambang Yudhoyono | スシロ・バンバン・ユドヨノ | 수실로 밤방 유도요노 | Susilo Bambang Yudhoyono | Susilo Bambang Yudhoyono | Susilo Bambang Yudhoyono | Susilo Bambang Yudhoyono | Сусило Бамбанг Юдхойоно | Susilo Bambang Yudhoyono | Susilo Bambang Yudhoyono | 苏西洛·班邦·尤多约诺
This article is licensed under the GNU Free Documentation License.
It uses material from the
"Susilo Bambang Yudhoyono".
Home Page • arts • business • computers • games • health • hospitals • home • kids & teens • news • physicians • recreation• reference • regional • science • shopping • society • sports • world