Aliran Mu’taziliyah (memisahkan diri) muncul di Basra, Irak, di abad 2 H. Kelahirannya bermula dari tindakan Wasil bin Atha (700-750 M) berpisah dari gurunya Imam Hasan al-Bashri karena perbedaan pendapat. Wasil bin Atho berpendapat bahwa muslim berdosa besar bukan mukmin bukan kafir yang berarti ia fasik. Imam Hasan al-Bashri berpendapat mukmin berdosa besar masih berstatus mukmin.
Mu’taziliyah memiliki 5 ajaran pokoq, yakni :
Tokoh-tokoh Mu’taziliyah yang terkenal ialah :
Meski kini Mu’taziliyah tiada lagi, namun pemikiran rasionalnya sering digali cendekiawan Muslim dan nonmuslim.
معتزلة | Mu'tazila | Mu'tazili | Mu'tazili | Mu'taziliitit | Motazilisme | מועתזילה | Мутазилиты | Mu'tezile
This article is licensed under the GNU Free Documentation License.
It uses material from the
"Mu'taziliyah".
Home Page • arts • business • computers • games • health • hospitals • home • kids & teens • news • physicians • recreation• reference • regional • science • shopping • society • sports • world