Capung atau sibar-sibar dan capung jarum adalah kelompok serangga yang tergolong ke dalam bangsa Odonata. Kedua macam serangga ini jarang berada jauh-jauh dari air, tempat mereka bertelur dan menghabiskan masa pra-dewasa anak-anaknya. Namanya dalam bahasa daerah adalah papatong (Sd.), kinjeng (Jw.), coblang (Jw.) dll.
Capung (subordo Anisoptera) relatif mudah dibedakan dari capung jarum (subordo Zygoptera). Capung umumnya bertubuh relatif besar dan hinggap dengan sayap terbuka atau terbentang ke samping. Sedangkan capung jarum umumnya bertubuh kecil (meskipun ada beberapa jenis yang agak besar), memiliki abdomen yang kurus ramping mirip jarum, dan hinggap dengan sayap-sayap tertutup, tegak menyatu di atas punggungnya.
Capung dan capung jarum meletakkan telurnya pada tetumbuhan yang berada di air. Ada jenis yang senang dengan air menggenang, namun ada pula jenis yang senang menaruh telurnya di air yang agak deras. Setelah menetas, tempayak capung hidup dan berkembang di dasar perairan, mengalami metamorfosa menjadi nimfa, dan akhirnya keluar dari air sebagai capung dewasa.
Tempayak dan nimfa capung hidup sebagai karnivor yang ganas. Nimfa capung yang berukuran besar bahkan dapat memburu dan memangsa berudu dan anak ikan.
Di Jawa, ada suatu kepercayaan bahwa capung dapat digunakan sebagai ‘obat’ untuk menyembuhkan kebiasaan mengompol pada anak-anak. Caranya, capung yang masih hidup didekatkan dan ditempelkan pada pusar si anak agar menggigitnya. Dengan demikian kebiasaan mengompol dapat dihentikan. Wallahu ‘alam.
Gwas y neidr | Großlibellen | Dragonfly | Libelo | Libellule | Libellula | トンボ | Echte libellen | Ważki | Libelinha | Dragonfly | Kačji pastir | Papatong | Trollsländor | Chhân-eⁿ | 蜻蜓